BINJAI KINGDOM
Binjai Kingdom adalah sejarah panjang dan gokil ‘keluarga’ gw, tepatnya di kelas 9.1. Anyway, kita udah sekelas selama 3 taun di SMPN 1 OKU. Jadi, yah… emang bener keluarga deh. Well, let’s begin.
Nenek moyang kami adalah Purbakala. Purbakala ini melahirkan (nggak tau gimana caranya, pokoknya ada aja) putri, sebut aja *piiip* (sensor, gawats kalo ketauan). Nah, si *piiip* ini setelah dewasa ketauan hamil tanpa suami. Lahirlah ^Octiara^. Berapa belas/puluh taun kemudian, Octiara mendapat wahyu layaknya Maryam, dan dia tiba-tiba saja dia melahirkan anak kembar, ^Dina^ dan ^Aldhi^. Beberapa menit sesudahnya, ia kembali melahirkan ^Monica^.
Setelah dewasa, Dina kabur ke Air Paoh dengan membawa 50% harta warisan Octiara yang bekerja sebagai model profesional dan membangun usaha kreditan. 40% sisa warisan Octiara akhirnya diberikan kepada Monica (yang kemudian pindah ke Sukajadi untuk membuka butik) dan 10% lagi untuk si anak tengah Aldhi, itupun tak ikhlas. By the way, 2 putri Octiara sampai kini tak bersuami.
Aldhi berprofesi sebagai waria (kalo malem namanya Alda) dan ngepet pas malem minggu. Ia tinggal di Binjai. Di sela-sela pekerjaannya, Aldhi yang sudah cukup umur bertemu ^Dwi^ di Betawi dan seminggu kemudian menikah. Mereka dipanggil Nyak-Babe oleh 3 putri mereka, si kembar ^Tami^ dan ^Visca^, serta ^Irine^. Irine ini sesudah besar menjadi germo bagi Alda.
Tak lama berselang, Aldhi pun terseret aliran sesat dan berniat beristri 2. Ia menikahi ^Eta^, namun tak berhasil dikaruniai anak. Eta pun menikah lagi dengan ^Naufal^, tapi sayang keinginan mempunyai keturunan tak terwujud. Eta pun kabur ke Korsel untuk menjadi TKW sekaligus mengobati luka hatinya, sementara Naufal menikah siri dengan ^Heni^ yang berhasil memberinya 1 putri, ^Wulan^. (berarti emang si Eta mandul ya?)
Aldhi yang sudah lumayan kaya karena pekerjaan ‘malam’nya mencoba refreshing ke Arab. Disana ia bertemu ^Della^ yang langsung dinikahinya dan menjadi managernya. Mereka mempunyai 2 putri, ^Fauziah^ dan ^Ambar^. Mereka disapa Abi-Umi oleh kedua anak yang subur itu.
Suatu hari, Aldhi hendak berburu duren di Komering. Ia bertemu seorang gadis putih satu-satunya diantara gadis-gadis berkulit hitam. Aldhi pun menyantet ^Elsya^ agar mau menjadi istrinya. Dari pernikahan ini, lahirlah kakak beradik ^Tchi^ a.k.a Cece (INI GW!!!) dan ^Deddy^ yang berkulit putih dan seperti orang Cina. Karena Elsya adalah keturunan bangsawan yang mempunyai bisnis orgen tunggal, maka panggilan untuk mereka adalah Mami-Papi.
Ya, rupanya Aldhi tak puas dengan 4 istri. Ia berniat mempersunting ^Elfira^. Sayang, dalam agama Islam 5 istri itu sepertinya terlalu banyak. Demi mendapatkan Elfira, Aldhi menceraikan Elsya. Elsya pun pindah ke Bakung, membawa serta putrinya Tchi. Sementara Deddy yang masih kecil diasuh Aldhi di Binjai. Pernikahannya dengan Elfira menghasilkan ^Ufara^.
Karena sudah tergila-gila akan wanita, Aldhi melakukan kumpul kebo dengan ^Diah^ atau Modat. Mereka tak menikah karena Aldhi tak mau menceraikan istrinya, sedangkan Diah pun sebetulnya sudah memiliki suami, yakni ^Caesar^. Sungguh ironis, karena adik dari Caesar, ^Ikke^, bekerja sebagai baby sitter bagi anak-anak Aldhi.
Fauziah yang anehnya sudah besar, menikah dengan ^Adyth^. Mereka punya 3 putri, ^Intan^, ^Yolan^, dan ^Arini^.
Semua keluarga besar Aldhi tinggal di rumahnya yang bertempat di Lorong Binjai. Karena itulah, keluarga ini bernama BINJAI KINGDOM. Entah bagaimana akhir cerita keluarga ini, tapi yang jelas, BINJAI KINGDOM selalu gila bersama-sama =)
*note: yang ada tanda ^--^ berarti anak kelas gw. Jumlahnya 27.
Wednesday, November 04, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment