Seller… seller…
Wuahaha gw nge-post pake akun seller… dan berhasil menghancurkan chara Jacinda Valderamma dalam satu kali post *sujud2 sama staf IH*. Gw liat post Jacinda taun lalu, hmm ceritanya yah dia seneng gitu banyak pembeli, semangat. Nah giliran gw… *tunjuk post di bawah*
Silakan dinikmati dan dikomentari!!!
Musim panas, 1986.
Jacinda menghela napas. Kedua kakinya melangkah mendekati pintu untuk mendorongnya hingga membuka, dan memulai rutinitas hari ini, melayani pelanggan. Hhh. Untuk kedua kalinya dalam menit ini, ia kembali menghela napas. Bukan karena pintu tua itu sulit dibuka, tetapi karena membayangkan banyaknya pembeli yang akan mendatangi tokonya. Kebanjiran pembeli itu menyenangkan, tentu, apalagi kalau mereka membeli buku-buku yang banyak dan membayar lebih. Akan tetapi di musim panas ini kebanyakan pembeli adalah anak-anak, calon maupun murid Hogwarts, dan melihat perilaku anak-anak sekarang ini, rasanya Jacinda ingin ibu mereka saja yang membelikan. Masih jelas dalam ingatannya, anak-anak kecil yang berebut ingin dilayani dan teriakan tak sabar yang terdengar sampai menembus ulu hati. Semoga saja persediaan obat sakit kepalanya cukup, kalau tidak jangan salahkan kalau dia tiba-tiba malah menerobos kerumunan dan mengusir mereka pulang.
Well, sebenarnya karena ingin menghindari perilaku abnormal itulah, ia mempekerjakan pegawai magang setiap liburan musim panas yang akan mengambil alih tugasnya melayani pelanggan sementara ia sendiri berkutat dengan buku-buku pesanan. Uang yang dikeluarkannya untuk membayar mereka memang lumayan menguras dompet dan air mata, tetapi itu setimpal daripada ia harus menghadapi banyaknya pelanggan yang datang dan pergi secepat kilat. Bisa-bisa nanti ia melayani pelanggan yang tidak membayar. Jangan sampai. Asal tahu saja, akhir-akhir ini kebutuhan semakin meningkat, belum lagi wabah yang tengah melanda. Jacinda harus siap uang ekstra kalau terjadi apa-apa. Wanita dewasa dengan segunung pekerjaan seperti dirinya harus ahli mengkalkulasi keuangan.
Pintu itu pun akhirnya terbuka, setelah Jacinda menggoyangkan tongkat sihirnya, menyerah melakukan hal tersebut secara manual. Ia melirik jam tangan antik yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Seharusnya lima menit lagi kedua pegawai magang itu datang. Diamatinya keadaan toko sembari menunggu. Toko sudah bersih dan apik. Buku-buku tersusun rapi di rak-rak tinggi menjulang, baik di belakang meja kasir maupun di sisi kiri dan kanan toko. Dua buah tangga di sudut kanan jika dilihat dari pintu, tersedia apabila pelanggan hendak membeli buku-buku khusus di bagian atas rak, yang hanya tersedia sedikit tiap bulannya. Rak di belakang kasir yang paling mudah dijangkau berisikan buku-buku pelajaran untuk siswa-siswi Hogwarts, karena buku-buku itulah yang pastinya paling laris manis. Semuanya sempurna.
Kedatangan dua orang gadis pegawai magang itu membuat Jacinda membalikkan tubuhnya. Matanya tertuju pada kedua gadis itu—muda, tampak bersemangat. Ia tersenyum menyambut mereka.
“Selamat pagi. Kuharap kalian sudah siap untuk bekerja. Bersemangatlah, anak-anak, dan tersenyumlah pada pelanggan-pelanggan kita.”
Tapi kalau pelanggannya menyebalkan—tak usah layani.
- end -
Note: Jangan salahin gw. Gw udah bilang supaya staf maklum kok. *kicked*
Wednesday, February 17, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment