Greetings

Hello. My name is Tchi and this blog’s mine. I don’t write my own story here. I write about my RPG characters and Binjai Kingdom’s funny stories. Click here to read ‘my real stories’.

RPG Characters

RPG Characters

Friday, April 09, 2010

A History

SEJARAH BINJAI KINGDOM

Warning:
CERITA INI HANYALAH FIKSI BELAKA.

INGAT 3D!
DILARANG PROTES ATAU TERSINGGUNG (untuk anggota Binjai Kingdom, ini sudah kesepakatan bersama)
DILARANG MENIRU (untuk orang-orang lain, hukuman gantung menunggu para plagiat)
DILARANG TIDAK KOMENTAR (untuk semua yang baca)

***
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang wanita bernama Purbakala. Ia, seperti halnya wanita lain di dusunnya, tidak diperkenankan untuk menikah. Entah darimana peraturan itu berasal, yang jelas ada. Suatu hari, ia mendapat wahyu, dan melahirkan Octiara. Octiara pun tumbuh dewasa dan bekerja sebagai pencari kutu handal. Saat BAB, ia mendapat karunia, karena yang keluar bukanlah kotoran, melainkan dua anak kembar Dina dan Aldhi. Beberapa minggu kemudian, Octiara mengandung secara normal dan melahirkan Monica.

Anak-anak mereka pun beranjak dewasa dengan diberi makan kutu hasil tangkapan setiap harinya. Melihat penghasilan ibunya yang banyak dan kondisinya yang semakin tua, Dina mencuri kesempatan dengan kabur ke Belanda membawa 50% harta. Monica pun mendapatkan sisa sebanyak 20%, dan anak lelaki satu-satunya 10%. Karena hanya anak laki-laki yang boleh menikah, Aldhi pun hijrah ke ibukota mencari belahan jiwanya. Ia bekerja serabutan. Namun, kekejaman ibukota yang lebih daripada ibu tiri, memaksa Aldhi untuk mencari pekerjaan lain yang lebih berkelas. Saat itulah, jiwa femininnya tumbuh dan ia memutuskan menjadi seorang waria bernama samaran Aldha.

Pekerjaannya menghasilkan uang banyak dan ia berniat keliling Jakarta. Tiba di pelosok Betawi, ia bertemu dengan Dwi dan to the point, mereka menikah. Hasilnya adalah 3 putri, Tami, Fiska, dan Irine. Babe Aldhi merasa persaingan antar waria di Jakarta semakin sulit, sehingga ia pergi sendiri ke Baturaja, karena setahunya di Baturaja belum banyak waria. Nyak Dwi yang tiap hari sibuk berdandan enggan merawat anak-anak mereka, sehingga ia menghanyutkan 3 putrinya yang masih kecil-kecil di sungai Ciliwung beralaskan selembar daun pisang. Untunglah Irine merupakan jelmaan Dewi Fortuna, dan daun pisang itu berubah menjadi speedboat. Tapi perjalanan mereka kurang mulus, karena di tengah-tengah sungai ada pohon tumbang menghadang. Tami yang paling besar tersangkut di pohon tersebut lalu ditemukan warga sekitar dan dikembalikan pada Dwi. 2 anak lainnya terus terbawa arus hingga sampai di bendungan di Belanda, dan ditemukan oleh Dina yang sedang numpang BAB gratis. Dina (di Belanda panggilannya Ma’e) mengangkat mereka sebagai anak. Diberinya nama 2 anak itu Maemunah dan Maesaroh.

Lama tak pulang kampung membuat Aldhi tersesat. Ia bertemu Eta yang dengan penuh cinta membantunya menemukan keluarganya. Tak bisa dicegah, keduanya merajut mahligai rumah tangga. Lama menanti, buah hati tak kunjung datang. Aldhi pun kesal dan pergi. Eta tak tahan lama-lama sendiri, menikah lagi dengan Naufal. Tetap tak ada hasilnya. Karena syok, Eta memutuskan pergi menjadi TKW di Korea, sedangkan suami keduanya Naufal menikah dengan Heni dan langsung dikaruniai anak yakni Wulan.

Meski lara hati, Aldhi tetap giat bekerja. Ia beroperasi dengan make up terbaru keluaran Pasar Lama di Jembatan Ogan 4 atau bekennya JB. Di tepi jembatan itulah, sosok genit Aldha bertatap muka dengan seorang wanita pengemis bernama Della. Cara Della meminta-minta membuatnya terpesona dan melamarnya detik itu juga. Karena Della berasal dari Arab maka mereka pergi ke sana dan menikah disaksikan ribuan onta. Abi Aldhi lalu mengandung dan melahirkan anak kembar 3. Dimasukkannya bayi-bayinya ke kantung keresek untuk dibawanya ke pasar. Sialnya, kantung tersebut robek tanpa disadari dan 2 bayi jatuh, tinggal 1, yakni Fauziah alias Pessiah. Kemudian Umi Della mengandung 10 tahun dan melahirkan seorang putri yang langsung besar bernama Ambar. Pessiah yang sudah besar menikah dengan Adyth. Suatu hari Pessiah merasa telinganya kelilipan dan Adyth meniupnya. Dari telinga itu keluarlah Intan. Selang berapa lama, hidung Pessiah kelilipan juga. Kali ini Adyth tidak mau meniupnya, jadi terpaksa Pessiah meniup sendiri, sehingga dari hidungnya muncul Yolan. Lalu Nyny pun lahir secara aneh bin ajaib. Mereka pun hidup bahagia selamanya.

Cerita belum selesai. Aldhi The Explorer tiba di Cina. Ia menikah untuk keempat kalinya dengan wanita bangsawan yakni Elsya. Elsya adalah pemilik banyak usaha yang kaya-raya dan sibuk. Suatu hari karena kecapekan dan lelah, ia membeli Ale-Ale di warung tetangga. Ketika ia menggosok tutupnya, tertera tulisan ‘Coba Lagi’, maka Elsya pun membeli 1 lagi. Kali ini tertera tulisan ‘Ada Bonus’, maka tanpa membuka tutupnya dulu ia langsung menelan Ale-Ale tersebut sampai ke gelas-gelasnya. Ternyata di dalam gelas Ale-Ale ada Tchi yang masih berbentuk zigot. Elsya pun mengandung Tchi dengan cara ‘bayi tabung’. Karena kebiasaan Elsya meloncat-loncat seperti Miley, Tchi lahir sungsang dan ukurannya sangat kecil sehingga harus dilihat menggunakan kaca pembesar. Untuk membesarkannya, Elsya merendamnya di air seperti telur naruto. Beberapa bulan kemudian, kejadian yang sama terulang kembali. Elsya yang lapar membeli ciki Cinta. Saat ia mengambil bonus yang ada di dalam ciki, di dalam plastik bonus ciki itu muncullah Deddy. Karena tidak dikandung terlebih dahulu, Deddy pun tumbuh menjadi anak yang durhaka kepada orang tua.

Kembali Aldhi berkelana mencari jati diri. Ia terpikat pada Elfira. Hanya saja karena 5 istri itu terlalu banyak maka ia pun menceraikan Elsya demi Elfira. Mereka dikaruniai seorang anak bernama Ufara. Sebetulnya, Aldhi memiliki seorang kekasih yakni Modat, namun karena tak ingin bercerai lagi, Modat pun hanya menjadi simpanan.

Setelah berkeliling dunia, Aldhi sadar tak ada tempat seindah kampung halamannya. Ia memutuskan untuk mengajak semua keluarganya pindah ke Baturaja, tepatnya di Binjai, dan menafkahi mereka dengan cara menjadi waria. Setiap jam 6 sore sampai 6 pagi ia berubah menjadi wanita seksi bernama Aldha yang ‘mangkal’ di taman kota. Penghasilannya cukup besar meski kadang-kadang melarat, minimal bisa mencukupi kebutuhan keluarganya yang bertempat tinggal di Binjai maupun mengirim uang kepada keluarganya yang tidak tinggal di Binjai. Dalam menjalankan aksinya Aldhi dibantu putrinya Irine sebagai germo dan istrinya Della sebagai manager. Anak-anaknya diasuh oleh baby sitter, Ikke. Sayang, lama kelamaan istri-istrinya merasa tak betah. Dwi pun minta cerai dan membangun bisnis sendiri, disusul Eta yang jauh-jauh mengirim surat cerai dari Korea. Tinggal Elfira istri kesayangan dan Della istri paling setia yang bertahan, bahkan Della menamakan diri sebagai keluarga Fungut dan sangat perhatian dengan kondisi Aldhi.

Hidup mereka penuh warna, dari merah terang sampai hitam pekat. Meskipun begitu mereka melaluinya bersama-sama dengan penuh tawa. Sekian.
***

0 comments: