Kelas Astronomi dimulai tidak di malam hari?
Ya sudah.
Reon memasuki kelas Astronomi di puncak menara, mulutnya terkunci meski serentet keluhan sejak tadi telah memenuhi otaknya. Naik tangga itu melelahkan. Apakah di Hogwarts terdapat pelegalan atas pemakaian sapu terbang di dalam kastil? Karena, jika bisa, ia ingin langsung terbang saja ke menara, dari asramanya di ruang bawah tanah. Jangan samakan tenaganya—seorang gadis empat belas tahun yang menderita insomnia, dengan tenaga seorang bocah rajin olahraga serta pemakan segala. Seharusnya ada transportasi yang memadai agar sepasang kakinya tak menjadi korban; meski kadang ia lupa memiliki kaki.
Ffuh… gadis itu menghela napas seraya duduk di kelas entah mengapa ia jadi cepat kesal akhir-akhir ini; layaknya seseorang dengan penyakit hipertensi—penyakit Muggle yang diderita ayah angkatnya. Tanpa sadar ia menghempaskan tasnya di meja terlampau keras, menimbulkan bunyi kasar, yang untungnya tak begitu diperhatikan karena semua murid tengah menghadap Profesor Sinistra, layaknya murid yang baik.
Setelah penjelasan dan contoh berupa dua buah gambar, satu sebelum, satu sesudah, dari guru tersebut, ia dan para murid lain dititahkan untuk menciptakan rasi bintang karya pribadi secara individual, menggunakan tinta imajinasi. Maka ia pun maju, bergantian seperti murid-murid lainnya—sejenak tadi bola mata hitamnya sempat melihat sosok seseorang, tsk—kemudian mengambil selembar perkamen dan mulai melukisinya.
Ia memulai gerakan tangannya di sebelah kiri, mengikuti titik yang ada, namun sekaligus melewati beberapa, sesuai kehendak tangannya. Menjelajahi bintang-bintang yang hanya terlihat bagai noktah itu sebagaimana rekan-rekan yang lain, yang sepertinya jauh lebih kreatif. Reon memang tak pandai menggambar dan ini juga bukan pelajaran menggambar. Hanya sekedar kegiatan dengan nilai. Tidak setiap pertemuan mereka akan disuruh menggambar, kan? Lebih baik Reon masuk taman kanak-kanak Muggle saja kalau tak ada materi lainnya di kelas tersebut.
Untuk saat ini, gadis berwajah oval itu hanya membiarkan pikirannya mengalir, tanpa sadar menciptakan sesuatu yang aneh.
Unicorn tertebas petir? Terdengar kejam. Sungguh khas Reon.
Thursday, April 29, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment