Greetings

Hello. My name is Tchi and this blog’s mine. I don’t write my own story here. I write about my RPG characters and Binjai Kingdom’s funny stories. Click here to read ‘my real stories’.

RPG Characters

RPG Characters

Thursday, April 29, 2010

Rune Kuno 4, 87-88

Reon memasuki kelas Rune Kuno dengan kuap lebar yang disembunyikannya dengan cara menutup mulut dengan sebelah tangan, sementara tangan yang lain memegangi tasnya. Wajahnya tidak terlalu kusut, karena ia telah membenahi penampilan terlebih dahulu, namun gadis berambut hitam sebahu itu tidak mengenal kata ‘make up’ untuk menghilangkan kantung mata yang melingkari sepasang matanya yang selalu memandang tajam. Ia memang memiliki insomnia sejak lama, tapi semalam insomnianya kelewat batas. Reon yang biasa tidur jam dua belas malah tidur jam dua subuh.

Diiringi gerakan menguap yang khas—kedua matanya menyipit seperti menghilang saat ia membuka lebar mulutnya—sekali lagi, dara empat belas tahun itu duduk di bangku terdepan, tempat terdekat yang bisa dijangkau kaki jenjangnya; sekaligus menjaga agar rohnya yang dibuai kantuk tidak berenang ke alam bawah sadar. Ia tak mungkin tidur kalau wajah Profesor Babbling terlihat begitu dekat tanpa punggung orang sebagai pembatas, bukan begitu? Meski bukan maniak nilai O, namun ia masih memiliki setitik kepedulian terhadap harga diri; jangan sampai tidak naik kelas karena selalu mendapat nilai buruk atau detensi perihal tertidur di kelas. Satu angkatan dengan bocah-bocah? Maaf saja.

Sepasang manik hitam milik gadis bersuara bening itupun akhirnya bisa terfokus saat sang guru memulai sapaannya. Wanita itu mengingatkan para siswa mengenai Aettir, bentuk jamak dari Aett, pelajaran pada pertemuan mereka yang lalu. Ada tiga Aett, Reon tahu, tapi anehnya ia selalu melupakan salah satu bagian Aett, selain Freya’s Aett dan Tyr’s Aett. Hakal? Haval? Entahlah.

Sebelum ingatannya menemukan titik tumpu, ekor mata Reon mendapati di sebelahnya sebuah tangan menusuk udara, disusul sebuah suara yang sudah sangat dikenalinya. Dengan cepat gadis penyayang hewan itu menoleh dan terpaku. Zod? Di sebelahnya? Kenapa ia bisa tidak sadar? Hal apakah yang telah mengaburkan kepekaannya?

“Aettir itu merupakan bentuk jamak dari Aett yang berarti rune dari Elder Futhark yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Hagal's Aett, Freya's Aett dan Tyr's Aett."

Hagal’s Aett. Itulah bagian yang paling sulit Reon ingat, dan dengan tepat sudah diingatkan oleh sesama ular Slytherin itu. Gadis itu berdecak dalam hati. Ia baru tahu kalau seorang Zodriachre suka belajar, ataukah itu hanya karena ingatan sang pemuda yang begitu kuat? Merasa penasaran, ia pun mencondongkan diri menghadap Zod, agak berhati-hati karena tentu saja Profesor Babbling ada di depan mereka, dan berbisik ketika Erin Shelley melanjutkan jawaban Zod dengan jawabannya sendiri yang jauh lebih panjang.

“Kau tidak pernah bilang kalau suka belajar.”

—nada bicaranya terdengar sedikit menuntut, meskipun suaranya samar-samar dan hanya bisa didengar oleh pemuda itu seorang.

0 comments: