Lyssie tertegun sejenak mendapati kelas Rune Kuno yang lain daripada biasanya. Sinar hangat mentari dari luar jendela tak nampak karena tirai-tirai tak memberikan izinnya; dan alih-alih kursi, bantal duduk nyaman bertebaran terarah ke utara, ditambah kotak kayu di depan tiap bantal. Bukan karena ia tak menyukainya, hanya saja suasana kelas kali itu tak seperti ‘kegiatan belajar mengajar’ biasa yang telah diketahui sang gadis berambut coklat itu sejak lama. Namun, ketika Profesor Babbling menyambut mereka, para murid OWL-nya, dengan senyum simpul dan menyuruh mereka memilih bantal duduk sendiri, ia bergegas mencari bantal duduk di posisi terdekat dengan bantal duduk sang guru—ia tak mau ketinggalan, tentu.
Tahun ini adalah tahun OWL, dan aku sangat berharap bahwa kalian akan berusaha sebaik mungkin demi meraih sukses dalam tiap ujian kalian, termasuk ujian dariku. Untuk Rune Kuno, kusarankan kalian sering-sering berlatih mentranskrip, baik dari Rune ke Latin atau sebaliknya, Latin ke Rune. Dan jangan lupa hafalkan arti dan makna tiap Rune, karena bukan tak mungkin aku akan menanyakannya pada kalian saat OWL nanti,"
Wejangan tentang OWL, lagi. Tampaknya itulah ciri khas pembukaan dari guru-guru pada semua murid tahun kelima, yang tak diberikan kepada mereka di tahun-tahun lampau. Membuat gadis bermata keemasan itu semakin lama semakin gugup, tahu, untuk menghadapi ujian kelak. Rasanya seperti ujian tersebut sudah membentang tepat di depan matanya.
Sang guru Rune Kuno kini mulai menyebutkan materi yang akan mereka pelajari pada pertemuan itu. Runecasting—ah. Pantas saja tirai-tirai dikibarkan. Ia sudah menelaah bukunya dua malam lalu, dan pelajaran tersebut memang mengharuskan kondisi ruangan dalam keadaan remang. Runecasting memerlukan konsentrasi, dan ketenangan, agar dapat berbaur dengan alam sadar. Mungkin seperti berada di ruang kosong hanya dengan teman semilir angin? Atau… entahlah. Sesuatu seperti itu. Tiba-tiba Lyssie dikagetkan oleh rentetan jawaban dari Chall, yang kemudian disusul Agustin, mengenai pengertian Runecasting. Rupanya dara bersuara sopran itu terhanyut lamunan lagi, sampai-sampai tak mendengar pertanyaan dari Profesor Babbling.
Oh, well, ia ketinggalan. Gadis itu menegakkan posisi duduknya, kemudian memasang telinga, bersiap mendengarkan penjelasan dari gurunya atau apapun. Konsentrasi, jangan melamun lagi, batinnya pada diri sendiri.
Friday, April 30, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment