Greetings

Hello. My name is Tchi and this blog’s mine. I don’t write my own story here. I write about my RPG characters and Binjai Kingdom’s funny stories. Click here to read ‘my real stories’.

RPG Characters

RPG Characters

Sunday, April 18, 2010

Leaky Cauldron, "(annabellsmug)" 2nd

“Bolehkah aku minta yang ‘Fish’ dan ‘Chips’ itu?”

Bukan salah satu dari ‘kerumunan’ barunya yang menyahut; melainkan seseorang yang baru bergabung, dan bisa dipastikan calon murid. Lyssie tersenyum geli, kemudian ia memberi isyarat setuju dengan cara menganggukkan kepala. Dibukanya bungkus Fish and Chips itu cukup lebar agar calon juniornya itu bisa mengambil sendiri. Gadis itu pun telah lebih dulu mengambil sepotong Fish and Chips yang kini tengah dikunyahnya. Rasanya campuran manis dan gurih.

“Loveridge. James Loveridge, asli bukan berasal dari dunia ini. Calon murid sih sepertinya.” Cengiran muncul di sudut wajah anak itu seraya ia memperkenalkan diri. Love-rigde? Nama yang unik, pikir Lyssie sambil menelan makanan ringannya. Kemudian ia membalas dengan balik memperkenalkan diri.

“Nice to meet you, James Loveridge. Aku Lyssie Arcfond, kelas empat Ravenclaw. Kelas lima tahun ini.” Gadis bersuara sopran itu menunduk pelan, hormat dan penuh kesantunan. Ia tidak pernah membeda-bedakan kepada siapa harus bersikap sopan—entah junior entah senior, Lyssie selalu menghormati dan menghargai mereka. Kecuali mungkin bila orang tersebut benar-benar sudah akrab dengannya, seperti Etcha si singa Gryffindor, atau rekan seasramanya yang kini sudah tak lagi bersama-sama sebagai murid Hogwarts—Aurora. Hah. Lyssie menghela napas tak enak saat teringat lagi dengan sahabat lamanya itu. Kemanakah gadis menawan itu sekarang? Mengapa tak pernah menghubunginya? Atau… ia sudah bermetamorfosa menjadi malaikat di langit biru sana, seperti Levi Corvus?

Gadis lima belas tahun itu menggigit bibir, tiba-tiba rasa rindu terhadap sahabat-sahabatnya menyeruak begitu saja; menerpa seperti hujan di hari cerah. Sinar mata keemasannya meredup.

“Hogwarts, sekolah seperti apakah itu?”

Juniornya yang bertanya. Lyssie mengerjap-ngerjapkan mata lalu tersadar bahwa saat ini ia sedang tidak berada di kamarnya sendiri, melainkan di Leaky Cauldron yang penuh keramaian dan orang-orang. Dan James baru saja bertanya. Tentang Hogwarts…

“You’re a muggleborn, aren’t you?” Tanya Lyssie penasaran mendapati pemuda yang usianya pasti tak kurang dari sebelas tahun itu tidak tahu apa-apa mengenai sekolah tempatnya bernaung selama tujuh tahun kelak. “Well, aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya padamu, karena aku pureblood—Hogwarts itu sekolah dimana kita mempelajari, melatih, serta mengembangkan kekuatan sihir yang kita miliki. Setahuku, pelajaran di Hogwarts jauh berbeda dengan pelajaran di sekolah Muggle. Kita menggunakan tongkat, kuali, dan macam-macam lagi.” Gadis remaja itu menahan napas, mengerem kata-katanya sejenak untuk memastikan juniornya bisa mengerti. “Yang jelas, Hogwarts itu menarik.”

Lyssie tersenyum mendengar kata-katanya sendiri. Tentu saja Hogwarts menarik; segala sesuatu yang berhubungan dengan sekolah sihir selalu sangat sangat sangat membangkitkan minat. Ia memandang ke arah calon-calon juniornya yang lain, berharap mereka bisa menangkap maksudnya dengan tepat, dan baru sadar kalau sudah ada anak lain yang bergabung. Perkumpulan baru ini semakin ramai.

0 comments: