Greetings

Hello. My name is Tchi and this blog’s mine. I don’t write my own story here. I write about my RPG characters and Binjai Kingdom’s funny stories. Click here to read ‘my real stories’.

RPG Characters

RPG Characters

Friday, April 16, 2010

Leaky Cauldron, "(annabellsmug)"

Kembali lagi ke Leaky Cauldron sebagai nona lima belas tahun.

Derit kasar yang sama, seperti biasa, seperti dendang selamat datang bagi Lyssie. Matanya mengerjap sekali, menyesuaikan akomodasi mata dari keadaan terang di luar sana menjadi terang-terang-remang di dalam bar berusia entah berapa tahun itu. Sudut-sudutnya masih khas Leaky Cauldron: terselimut debu-debu lengket, artinya baru dibersihkan dalam keadaan tergesa-gesa, yang malah membuatnya tampak semakin kotor. Meja-meja berbentuk bundar maupun persegi dikelilingi kursi-kursi kayu lapuk, namun sebetulnya kuat karena bersarang sihir. Para penyihir mendudukinya, saling mengobrol dan tertawa-tawa; kebanyakan sosok-sosok belia asyik berceloteh. Para calon murid. Hai, junior.

Ngomong-ngomong, ia tidak mendapat surat pemberitahuan sebagai Prefek. Gadis bermata keemasan itu bisa menebak, tentu, siapa pemilik lencana berlambang P yang baru itu—ada satu gadis yang menonjol. Ia harus memberi selamat nanti di asrama. Lyssie sendiri banyak bolos kelas tahun ajaran lalu, lebih banyak bolos daripada masuknya, maka ia tidak berharap. Hari-hari bolosnya dihabiskan dengan menggambar, dan menggambar, sehingga perkamen dengan goresan pena bulu berjudul sketsanya telah mencapai puluhan. Akhir-akhir ini ia merasa kesepian, entah mengapa, maka ia mengalihkan perhatian dengan menggambar. Teman-temannya sibuk sendiri-sendiri, atau mungkin memang Lyssie yang menjauhkan diri.

Tidak ada apa-apa, hanya jenuh saja dengan hidupnya yang terbelenggu teritori. Lama-lama menjadi seorang lady tak lagi mengasyikan. Nama Arcfond yang disandangnya terlalu berat—ah, sejak kapan ia menjadi dewasa dan memikirkan ini semua? Bukankah dulu ia senang-senang saja mendapati banyak orang mengenalnya karena ia Nona Muda Arcfond? Kemanakah kaburnya sosok ceria dengan senyum mempesona itu? Terkubur di dalam hatinyakah?

Setelah karbon dioksida berlarian keluar dari organ-organnya, gadis itu mencoba berhenti berpikir dan kembali menjadi Lyssie yang ceria. Ia merapikan kaus tipis coklat tanpa lengan bermotif garis-garis horizontalnya lalu mendekati Tom kemudian memesan Fish and Chips. Saatnya berbagi.

Sepasang bola mata terang itu menelaah tiap-tiap meja, menyadari kalau semua orang berkelompok, tak ada yang sendirian seperti dirinya. Gadis anggun itu tahu satu-satunya cara untuk ‘mempunyai kelompok’ adalah membaurkan diri. Beberapa detik lewat sampai ia memilih mendekati beberapa anak—tebakannya mereka calon murid—dan seorang senior. Langkah kaki beralaskan sepatu hak tiga senti coklatnya agak berisik, pasti mereka sudah lebih dulu menyadari kedatangannya. Demi alasan kesopanan, gadis itu lebih dulu menyapa seniornya.

“Hai, Senior Hellmington.”

…menunggu respon sejenak.

“Hai juga untuk kalian, calon juniorku.” Senyum mempesona merekah di bibirnya, serasi dengan gerakan-gerakan anggun serta luwes khas lady yang dipelajarinya sejak kecil. “Ada yang mau Fish and Chips?”

Menyodorkan bungkusan Fish and Chips kepada mereka semua. Ramah sekali—seperti sifatnya saat baru masuk Hogwarts. Namun, mengapa sekarang sikap itu terasa palsu?

0 comments: