Tidak apa-apa, ya, tentu—lagipula peduli apa Reon pada pembagian tugas semacam itu. Selama ia dan partnernya mendapat porsi imbang dan tidak saling menyulitkan. Ia hanya mengangguk pelan, mengisyaratkan kalau ia akan membiarkan Shelley memencet bisul Bubotuber sebanyak yang dikehendaki pemilik lambang singa itu. Berbotol-botol, silakan. Berpanci-panci, silakan. Dara beriris mata hitam itu cuma baru tahu kalau ada penyihir perempuan—selain dia dan Profesor Sprout—yang tidak jijik pada bisul dan nanah Bubotuber. Well, ia memang hanya mengenal sedikit penyihir perempuan.
Suara berdehem pelan terdengar dari samping Reon, disusul gerakan perdana Shelley memencet bisul Bubotuber. Gadis bersuara bening tersebut mengamati dalam diam ketika botol kaca dalam genggamannya sedikit demi sedikit terisi oleh nanah, kental, bau, seperti ciri nanah pada umumnya. Volum cairan tersebut makin lama semakin meningkat, hingga penuh, nyaris mencapai bibir botol.
Satu bisul, satu botol. Pekerjaan yang hebat, eh? Ternyata gadis Gryffindor rekannya itu kuat juga memencet-mencet. Ia mengakui kalau dirinya sendiripun belum tentu bisa mendapatkan nanah satu botol penuh hanya dari memencet satu bisul Bubotuber.
"Oh, well. Kita dapat satu botol penuh nanah Bubotuber,"
Reon tersenyum kecil; memberikan apresiasinya pada rekan singanya tersebut. Dengan hati-hati, ia menutup mulut botol dengan gabus yang ada di mejanya, kemudian meletakkannya di meja, setelah meraba-raba apakah permukaan meja sudah benar-benar datar. Tindak pencegahan standar agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
“Mau coba pencet bisul yang lain?"
Reon melayangkan pandangannya lurus-lurus pada tanaman sihir tersebut, kemudian berpaling pada Shelley. Tak ada ekspresi tak suka sedetik pun dalam garis wajahnya. Sepertinya, gadis itu justru lebih bersemangat daripada dirinya. Reon toh tidak terlalu bernafsu berburu nanah, maka lebih baik jika rekannya itu dibiarkan ‘bersenang-senang’.
“Kurasa kau lebih ahli menangani Bubotuber.” Sahutnya dengan senyum tipis seraya mengambil satu botol kaca lain yang berukuran sama besar dengan botol barusan. Tiba-tiba gadis ular itu tersadar kalau botol kaca pertama mereka belum diberi label nama—tsk, jangan sampai ada tangan-tangan jahil mengambilnya. Ia berbalik mendekati meja untuk melabeli botol kaca tersebut.
“Nanah Bubotuber”
Erin Shelley – Evenna V. Echoskee
4th
Selesai. Dengan cepat ia kembali ke tempat Shelley dan tanaman Bubotuber yang telah menunggunya. “Siap mengambil sebotol nanah lagi?” tanyanya dengan tangan menggoyang-goyangkan botol kaca kosong.
Sunday, May 02, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment